Di sana tubuhmu terbaring tanpa daya
Bersimbah darah
Berakhir di ujung popor senapan sang serdadu yang lapar
Dua belas Mei Sembilan Belas Sembilan Delapan
Tragedi kelam
Elang Mulya Lesmana
Gugur Sebagai Pahlawan Bangsa
Di bumi tercinta
Di bawah senjata serdadu yang buta
Di sana tubuhmu terbaring tanpa daya
Bersimbah darah
Berakhir di ujung popor senapan sang serdadu yang lapar
Tiga puluh dua tahun waktu yang panjang
Penuh cengkeraman
Penuh kecemasan
Penuh pengorbanan
Penuh ketidakadilan
Bangsa ini berada di titik nadir
Luka oleh amanat yang dipelintir
Mengapa kita masih berdiri tegak,
Sementara di samping kita rakyat terhimpit tak bergerak?
Di sana tubuhmu terbaring tanpa daya
Bersimbah darah
Berakhir di ujung popor senapan sang serdadu yang lapar
Depan komputer warnet, 20 Juni 2008
Didedikasikan untuk alm. Elang Mulya Lesmana (Mahasiswa Arsitektur Universitas Trisakti) , Sang Pahlawan Reformasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar